Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Kontibusi bro Christ tjandra di forum JSX :)

 

Part 1

Dalam memutuskan akan memilih perusahaan apa yang mau kita beli untuk investasi, kurang lebih ada 2 cara yang menurut saya bagus :

1. Melihat di sekitar kita
Misalnya ada perusahaan2 yang brand produknya sangat dekat dengan keseharian kita, lalu juga dekat dengan mayoritas konsumen. Maka bisa kita mulai untuk mengecek laporan keuangannya, apakah memang kinerjanya sebagus brandnya atau tidak.

2. Stock Screening
Tak jauh berbeda sih di akhirnya, tapi dengan stock screening istilahnya kita mencari2 perusahaan yang kinerjanya bagus2, baru meneliti kandidat2 yang bagus itu lebih dalam lagi, dan akhirnya sampai pada suatu kesimpulan

–oOo–

Lanjut Baca »

Analisis Fundamental Banking

Kontribusi dari bro bete_neeh di forum JSX :)

Analisis FA Banking lebih mudah dibandingkan dengan sektor lainnya karena sektor ini memiliki aturan yang ketat dari regulator. Salah satunya dari Bank Indonesia. BI sudah menetapkan pengukuran kinerja laporan keuangan berdasarkan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dengan menggunakan metode CAMEL (Capital, Assets, Management, Earnings,Liquidity). Nah, buat investor atau calon investor, metode ini benar2 harus diperhatikan untuk mengevaluasi serta mengekpektasikan kinerja keuangan perusahaan perbankan yang diincar atau yang sedang dimilikinya berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan per tahun atau per kuartal.

–oOo–

Lanjut Baca »

Berikut ini adalah penjelasan fundamental untuk bisnis coal yang ditulis oleh bro weeshnoe salah satu rekan yang berkerja di bisnis tambang batu bara yang disampaikan dalam forum.

Karena gw jg baru belajar soal saham, fundamental yang gw jelasin disini sedikit banyak lebih ke sisi operasional tambang batubara & resiko2 biaya yang harus ditanggung dari sisi operational cost nya.

Paling nggak hal ini bisa dipake untuk prediksi net income atau cash flow atau EPS dari perusahaan2 tambang batubara untuk para fundamentalist. Setidaknya bisa mengurangi resiko overvalue DCF atau overvalue EPS untuk perhitungan fundamentalnya.

–oOo–

Lanjut Baca »

Ketika membangun portofolio, terdapat tujuh macam pertanyaan mendasar yang harus ditanyakan setiap investor. Hal ini berkaitan dengan tingkat kesuksensan dalam melakukan investasi dalam dunia saham.

–oOo–


Lanjut Baca »

investasiDalam melakukan investasi untuk memperoleh kesejahteraan financial tidak membutuhkan IQ yang tinggi baik dalam market ataupun dalam bisnis, akan tetapi lebih diutamakan disiplin, pengaturan pengeluaran, dan fokus pada tujuan jangka panjang. Pada masa krisis seperti sekarang ini menerapkan disiplin dan money management yang bagus merupakan seuatu keharusan agar bisa selamat dalam melewati krisis ini. Tentunya strategi dalam investasi juga harus diperhatikan.

“Om kasih tau dunk caranya cari doeit di saham….” :(

“Yaa Thole…. baca dulu yang ini ya…. moga Thole bisa investasi dengan bener…. “ :)

“Iya Om… ini juga lagi baca…. “

–oOo–

Lanjut Baca »

Kunci utama untuk membangun kesuksesan dalam investasi adalah bukan terletak pada keputusan brilian dalam menempatkan posisi assetnya, akan tetapi lebih kepada menghindari banyak kesalahan fatal. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa kesalahan yang umum terjadi setiap hari.

“Om kok banyak investor salah dalam melakukan investasi kenapa ya….???” :(

”Karena biasanya investor mempunyai ekspektasi terhadap saham tertentu secara berlebihan Thole….. makanya mereka mau membayar mahal untuk ekspektasi semu tersebut.” :)

”Ooo… Pantes mereka berani beli saham yang harganya lebih mahal dari harga wajarnya…”

–oOo–

Lanjut Baca »

Faktor apa sajakah yang melatarbelakangi melakukan valuasi suatu saham? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mungkin kita harus definisikan terlebih dahulu mengenai value investing.

“Om makin hari harga saham kok makin turun nich, berarti makin value donk ya untuk dibeli”

“Ya Thole…. saat yang tepat buat membeli dan memilih harga yang tepat di saat market discount”

“Iya Om…. Thole mau mulai beli ah….” :)

Value investing dapat didefinisikan yaitu mencari saham yang dijual pada harga discount terhadap nilai intrinsiknya pada saat harga turun karena alasan tertentu yang tidak berhubungan dengan kinerja dan fundamental perusahaan saham tersebut.

Benjamin Graham adalah orang yang memperkenalkan konsep value-investing untuk strategi memperoleh saham dengan fundamental kuat dan mempunyai nilai intrinsic yang tinggi yang dijual dengan harga yang murah.

–oOo–

Lanjut Baca »

Wah market kok turun terus ya Om…. Bagaimana kita bisa tahu tandanya kalau sampe bottom, kapan investasinya kalau gini??”

”Ya masuk average saja Thole…. pake DCA biar ga nyangkut dipohon kelapa”

“Layang layang kali nyangkut di pohon….:(

“Hussst…..”

Mungkin penggalan kalimat ini sering dihadapi dimasa bearish berat seperti sekarang ini, Market bergerak turun tajam karena tidak seimbangnya permintaan dan supply yang ada. Setiap hari sering dilihat saham saham selalu auto reject batas bawah.

Strategi menggadapi market seperti ini tentunya dibutuhkan money management yang bagus agar meminimalisasi lost yang mungkin didapatkannya. Salah satu strategi yang cukup ampuh untuk berinvestasi di market seperti ini adalah dengan cara DCA (Dollar Cost Average).

–oOo–

Lanjut Baca »

Harga Wajar Komoditas Minyak

Komoditas bubble di tahun 2007 telah terkoreksi tajam dan harga minyak sekarang sudah kembali ke harga wajar 60-70 brl/usd, diperkirakan akhir tahun 2008 komoditas sudah pada bottom price line. Pada level ini harga komoditas diperkirakaan akan stabil dan kembali ke siklus berikutnya.

“Minyak kok turun terus harganya ya Om…. Apa emang udah ga pada butuh minyak ya???”

“Minyak itu tetap dibutuhkan, Cuma kenaikan harga kemarin itu permainan spekulasi saja Thole…”

“ Spekulan kaya donk Om”

“ Ya iya lah masa ya iya Donk! ” :D

–oOo–

Lanjut Baca »

Big Picture HSI-IHSG-DJIA

Index global mempunyai trend yang sama, bisa dilihat pada index HSI yang dibandingkan dengan IHSG dan DJIA

Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.