Komoditas bubble di tahun 2007 telah terkoreksi tajam dan harga minyak sekarang sudah kembali ke harga wajar 60-70 brl/usd, diperkirakan akhir tahun 2008 komoditas sudah pada bottom price line. Pada level ini harga komoditas diperkirakaan akan stabil dan kembali ke siklus berikutnya.
“Minyak kok turun terus harganya ya Om…. Apa emang udah ga pada butuh minyak ya???”
“Minyak itu tetap dibutuhkan, Cuma kenaikan harga kemarin itu permainan spekulasi saja Thole…”
“ Spekulan kaya donk Om”
“ Ya iya lah masa ya iya Donk! ”
–oOo–
Berikut adalah chart weekly Minyak.
–oOo–
Faktor fundamental yang mempengaruhi harga minyak seharusnya adalah faktor demand dan supply. Saat tahun 2005 harga minyak naik menjadi $60, hal ini wajar terjadi karena memang ketatnya permintaan dan supply yang ada. akan tetapi di tahun 2007 kenaikan melonjak menjadi $110 dan di tahun 2008 sempat mencapai $148. Hal ini bertentangan dengan bebera faktor fundamental yang ada, asumsinya sebagai berikut :
Pertama, pertumbuhan ekonomi dunia saat ini mengalami perlambatan yang signifikan. Pada tahun 2008 ini, perekonomian global diperkirakan akan mengalami penurunan yang diperlihatkan dari penurunan pertumbuhan ekonomi pada beberapa negara maju seperti di Eropa, Amerika Serikat (AS), dan Jepang. Tahun 2008 ini pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan berada di level 4,1%, lebih rendah dibandingkan tahun 2007 sebesar 5,0%. Sejalan dengan penurunan pertumbuhan ekonomi global, semestinya permintaan atas minyak menurun dan sesuai hukum pasar harganya justru bisa lebih rendah. Tetapi faktanya, harga minyak justru melambung.
Kedua, berdasarkan data the International Energy Agency (IEA) permintaan terhadap minyak mentah dunia pada kuartal pertama tahun 2008 ini mencapai sekitar 86,6 juta barel per hari (bph) dan rata-rata selama tahun 2008 diperkirakan mencapai 86,8 juta bph. Tingginya permintaan minyak mentah tersebut ternyata masih dapat diimbangi dengan pasokan yang mencapai 87,02 juta bph. Dengan konfigurasi seperti ini, sesungguhnya antara pasokan dan kebutuhan terjadi surplus, yang semestinya tidak ada alasan bila harga minyak mentah dunia melambung hingga menembus US$145 per barel.
Hal yang membuat harga melambung tinggi pada tahun 2008, adalah adanya aksi spekulasi terhadap harga minyak. Maka dalam waktu yang cepat terjadi koreksi dalam, karena penggunaan laverage dalam mendongkrak hagra minya dunia.
Dan penurunan tajam ini membawa kepada harga minyak di level $60-$70 sekarang ini yang merupakan harga wajar karena fakor demand dan supply, Jika harga turun dari level tersebut, dipastikan akan terjadi pengurangan supply oleh perusahaan minyak karena biaya produksi tidak ekonomis, begitu juga dengan OPEC pasti akan mengambil tidakan untuk memotong pasokan minyak, sehingga harganya akan stabil dan tidak drop lagi, karena akan terbentuk demand dan supply yang seimbang.



Alo bro… bole neh numpang mampir ke blognya ya…
Cuma mao saran aja klo ulasannya jangan singkat-singkat dung bro, alasan-alasan yg bikin stabil kira2 apa aja, kan kyknya terlalu simpel banget deh klo cuma liat chart2 aja… padahal kan banyak kejadian2 ekonomi yg emang membuat ini semua terjadi… plis dunk bro… namanya jg masih newbe klo singkat2 gini belom faham…
Tq.
Sampe dengan tanggal 13 November 2008 harga minyak dunia masih berkutat dilevel $55-$60. hal ini sudah berada dibawah harga wajar minyak di level $60-$70. Faktor penurunan ini dikarenakan kecemasan atas kondisi resesi global yang semakin menghawatirkan, dan ekspektasi pertumbuhan yang terus melambat di waktu mendatang sampe dengan tahun 2009.
Dari pengamatan harga minyak kemungkinan besar masih akan terus tekan, sampe level maksimum di $45, jika level tersebut ditembus, dapat dipastikan produksi minyak oleh perusahaan -perusahaan produsen minyak akan dihentikan. hal ini karena dinilai minyak menjadi tidak ekonomis untuk diproduski.
Langkah langkah yang sudah diambil oleh OPEC dengan menurunkan quota produksi negara negara pengespor minyak masih belum menunjukan hasil kenaikan harga ke level normalnya.
Sampai kapan penurunan ini akan berlanjut? Kita lihat saja.