Ketika membangun portofolio, terdapat tujuh macam pertanyaan mendasar yang harus ditanyakan setiap investor. Hal ini berkaitan dengan tingkat kesuksensan dalam melakukan investasi dalam dunia saham.
–oOo–
Beberapa pertanyaan yang harus anda tanyakan adalah sebagai berikut:
1. Apakah sumber dari cash flow perusahaan?
John Bull William menjelaskan bahwa nilai dari setiap asset adalah net present value dari disounted cash flow. Sebelum investor memulai untuk menilai sebuah bisnis, dia harus mengetahui apakah yang menggenerate cash. Penting untuk lebih spesifik dan mengindari membuat asusmsi.
2. Berapa banyak cash yang bisa dihasilkan oleh bisnis tersebut dan kapan?
Investor harus mencari tahu dan mengidentifikasi sumber cash dari bisnis tersebut. Dia harus mengestimasi jumlah dan timing dari cash flow. Sebuah perusahaan yang dapat menghasilkan $1.000 hari ini mungkin akan lebih berharga daripada perusahaan yang dapat menghasilkan $30.000 pada 50 tahun yang akan dating, karena time value of money.
3. Apakah cash flow sustainable?
Sejaarah panjang perusahaan dalam menghasilkan profit mengindikasikan kepada investor dan analis untuk mempercayai bahwa bisnis tersebut akan selalu solid. Salah satu cara untuk mengevaluasi cash flow yang sustainable adalah melihat kekuatan perusahaan dalam mengendalikan bisnisnya dan menguasai bisnisnya disbanding perusahaan lain dalam bisnis yang sama.
4. Berapa besar capital yang dibutuhkan dalam bisnis tersebut untuk beropreasi?
Beberapa bisnis membutuhkan capital lebih banyak untuk menghasilkan setiap dollar profit dibandingkan yang lainnya. Sebagai contoh; sebuah perusahaan tambang membutuhkan investasi yang besar untuk property, equipment, untuk menghasilkan komoditas tambang. Sebuah perusahaan periklanan, pada sisi lain membutuhkan sedikit capital expenditure untuk menjalankan bisnisnya. Semakin sedikit capital yang dibutuhkan untuk mengoprasikan sebuah bisnis lebih atraktif dibandingkan sebaliknya.
5. Apakah management memiliki orientasi shareholder-friendly?
Langkah dari management yang lebih memihak pada kepentingan pemegang saham adalah salah satu determinasi kualitatif dari sukses sebuah bisnis. CEO yang selalu melakukan share repurchase ketika saham perushaan jatuh akan lebih dapat menghasilkan value dibandikngan melakukan akuisisi bisnis lain dan ekspansi holding perusahaan tersebut.
6. Apakah aksi management konsisten dengan apa yang disampaikannya pada paparan public?
Management yang melakukan langkah langkah penurunan hutang/debt pada tiga laporan tahunan terakhir adalah lebih penting daripada mereka melakukan beberapa akuisisi dan memualai bisnis baru, mereka tidak sabar dalam mengelola bisnisnya dan kemungkinan untuk melakukan kecerobohan atas resiko financial lebih besar. Sebagai owner dari bisnis yang anda miliki, anda hanya ingin melakukan partnership dengan mereka yang melakukan aksi sesusai dengan apa yang mereka janjikan.
7. Apakah harganya atraktif?
Harga adalah absolute determinan dari return. Seorang investor yang disiplin akan membeli perusahaan ABCD pada harga Rp.1.000 bukan Rp.1.500 per lembar. Earning yield sebesar 25%. Pada masa bullish banyak saham perusahaan yang dijual pada level diatas Rp 10.000 yang menjadikan earning yield hanya 2.5% sangat kecil dari tingkat risk-free di Indonesia.



om roxar.. gue nubie nih..
pngn invest saham.. modal kecil sih 5jt..
kira2 beli saham apa ya??
ada ym gak?
Untuk TLKM bagaimana bro? apakah cukup atraktif?
hari ini harga di rentang 6500-6600 apa bisa entry untuk mid-long term?
thx ya
Wah…. Blog-nya keren bangett ya…
artikelnya berbobot bangettt..
Salam kenal ya…
tukeran link dunk..
http://gitarkeren.blogspot.com
om…. thanks buat artikel2 nya…. lumayan buat bahan bacaan di long week. keep write on. thanks
Thanks Bung, Sudah hampir 4 bulan saya melakukan penelitian mengenai saham (sebelum terjun riil)…Namun belum pernah saya mendapat penjelasan yang lengkap ini.
Thanks
Keep Writing